Langsung ke konten utama

Menikah

Menikah ?

Menikah, bukankah artinya adalah bersama dengan 'dia' yang diizinkah oleh Tuhan bersama denganmu seumur hidup?

Menikah, bukankah artinya adalah melihatnya setiap hari sebelum matamu terpejam dan setelah matamu terbuka ?

Menikah, bukankah artinya adalah kamu akan mengulang banyak hal dengan dia dalam jangka waktu yang tidak bisa ditentukan ?

Menikah, bukankah suatu kesiapan?
Materi, mental ? itu saja ?

Masih banyak kesiapan-kesiapan yang harus dipersiapkan sebelum memutuskan untuk menikah.

Pernikahan adalah sesuatu yang sakral, semua orang selalu berharap mendapatkan kisah cinta yang disempurnakan oleh pernikahan, tapi seringkali lupa untuk menyempurnakan segala sesuatunya sebelum menikah.

Yang terberat bukanlah hari-hari menuju pernikahan, jika bagimu itu berat maka mungkin hari-hari setelah pernikahan terjadi akan jauh lebih berat.

Semakin bertambah usia, semakin berhati-hati dalam memulai sesuatu, mempercayakan apapun pada orang lain, membagi isi kepala dengan orang lain, mencurahkan keinginan hati dengan orang lain, semuanya terasa pilih-pilih.

Menikah, membuatmu harus mempercayakan dirimu pada pasanganmu, membagi isi kepala mu dengan pasanganmu, mencurahkan keinginan dihatimu kepada pasanganmu , terus menerus mengisi harimu dengan penuh penerimaan.

Menerima marahnya yang tidak lagi membuatmu sakit hati.
Menerima keluh kesahnya yang tidak lagi membuatmu kesal.
Menerima kesulitannya dan mencoba menyelesaikan bersama
Menerima Egonya, dan mengesampingkan egomu..

Apapun,,

Ku kira menikah bukan sesuatu yang mudah.

Dan selamat untuk kalian yang telah masuk kedalamya, dan bisa melalui hari-hari yang penuh liku itu hehe..

Semoga aku segera siap.

--- Dari aku, yang belum menikah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maka

Jika bagimu aku adalah sesuatu yang begitu kaku, maka kamu harus tahu kalau hatiku adalah batu yang rela kamu hancurkan setiap hari Jika bagimu aku adalah ego yang tak terbendung, maka kamu harus tahu bahkan aku masih bisa kelelahan Jika bagimu aku adalah luapan yang tak mampu kau atasi maka kamu harus tau kalau aku adalah lengkungan senyum yang paling mudah kau patahkan Jika bagimu aku adalah bekuan yang tidak mampu mencairkan suasana hatimu maka kamu harus tahu kalau aku adalah api yang kau pantik setiap waktu Jika bagimu aku adalah sebuah warna yang sama, maka kamu harus tahu jika aku tidak pernah mau jadi gradasi Jika bagimu aku adalah apa yang tidak bisa kamu ceritakan, maka kamu harus tahu jika bagiku kamu adalah sebuah ungkapan Jika bagimu aku tidak pernah cukup, maka selalu ada ruang dalam diriku yang bisa kamu sebut rumah. - Istirahat, ya.

Isi Lemari #2

Halo, F. Laki2 tinggi semampai, mas mas (...) Jujur aku bingung sih mau nulis apa hehe, tapi baiklah... Pertama, aku ucapkan puji syukur kepada Tuhan yang Esa karena telah mempertemukan aku denganmu. Kedua, aku ucapkan terimakasih yang setulus2nya karena telah menerima segala keburukanku dengan penuh kesabaran. Ketiga, aku minta maaf untuk segala kesalahan, kecerobohan,yang tidak bisa dimaklumi, bahkan diperbaiki sekalipun. Benar sekali, penyesalan selalu datang di akhir. Penyesalan terbesar nomor 2 setelah nodong hp secara paksa kepada Bapakku. Aku menyesal. Selalu berharap, ada kesempatan untuk kita berdua agar bisa mancing bareng lagi. Seandainya waktu bisa diulang, aku ingin tetap menjadi Anggun-mu, dengan apa adanya, seada-adanya, tanpa tuntutan apapun. Tapi, kamu benar.. Kita bukan puzzle yang bisa saling melengkapi satu sama lain. Padahal dulu ku pikir kamu jodohku, hehe. Kamu iya ngga? Yang denganmu, bangun tidurku terasa cantik. Atau jalan kaki dari halt...

Dari aku ; Gadis Favoritmu

Beberapa orang istimewa dihidupmu akan segera beranjak pergi, and ya! keep prepare your self to it! Akan ada part dimana kamu tidak bisa mengenali siapa dirimu sebelumnya, menjadi orang lain untuk beberapa waktu.. Atau bahkan kamu tidak bisa merasakan separuh dari tubuhmu, ada yang lebih ringan dari nafasmu.. Bisa juga ketakutan yang kamu hindari selama ini, lambat laun menjadi pasti.. Tidak ada yang berani menyalahkanmu atas apa yang berbeda dengan dirimu akhir-akhir ini.. Seperti orang istimewa, atau gadis favoritmu, lelaki yang kau kagumi bahkan apapun, semua tetap akan beranjak pergi, begitu pula sedihmu. Sekarang, kamu boleh menikmati cangkir kopi yang kamu tunda karena sibuk dengan kebimbanganmu. Atau air putih saja, agar kesehatanmu kembali pulih. Apapun itu, aku selalu berharap semua hal baik selalu berpihak kepadamu.